Bagaimana E-Travel Credit Card Menguntungkan Bisnis Travel dan Perbankan
Ringkasan
- Kebangkitan industri pariwisata membuka peluang besar bagi bisnis travel maupun perbankan.
- Namun, menarik prospek bernilai tinggi membutuhkan interaksi personal yang tepat sasaran.
- Kolaborasi lewat co-branded card bisa menjadi strategi unggulan dengan syarat didukung pendekatan dan teknologi yang tepat.
Kebangkitan pariwisata mendominasi pemberitaan sepanjang 2022. Meski begitu, industri masih dihantam kekurangan produksi yang memicu kemacetan di bandara, serta inflasi yang mendorong lonjakan harga tiket dan layanan perjalanan.
Memasuki 2023, konsumen tampak tidak gentar. Survei terbaru menunjukkan 61% pelanggan merasa program loyalitas perjalanan membantu mereka berhemat dan mendapatkan nilai lebih. Survei yang sama juga menyoroti bahwa adopsi digital wallet jauh lebih tinggi pada perusahaan dengan kapabilitas pemesanan perjalanan (70%) dibandingkan yang tidak memilikinya (45%).
Kabar baik ini menjadi peluang emas bagi brand perjalanan dan perbankan. Dengan semakin populernya pembayaran digital, kolaborasi melalui travel credit card menawarkan potensi besar bagi kedua belah pihak.
Mengidentifikasi dan Mengakuisisi Prospek Bernilai Tinggi
Brand dapat menemukan prospek ideal untuk credit card lewat program reward perjalanan. Dengan menggabungkan data pelanggan dari berbagai sumber, mereka bisa menganalisis pola belanja, distribusi pasar, hingga atribut relevan lainnya. Wawasan ini memudahkan brand mempersempit audiens ke segmen yang tepat.
Contoh kasus:
- Tammy, 35 tahun, sedang mencari rekomendasi perjalanan karena kini ia punya dana lebih.
- Ia tertarik pada opsi dengan diskon dan benefit menarik.
- Bank A dan Perusahaan Travel B berkolaborasi, mengenali Tammy sebagai target ideal untuk produk travel credit card mereka.
- Dengan analisis data terpusat, mereka memahami preferensi kanal komunikasi Tammy dan menyampaikan pesan omnichannel untuk mendorong konversi.
- Hasilnya, Tammy tergoda oleh manfaat personalisasi dan akhirnya mendaftar.
Mengawal Onboarding Pelanggan
Perjalanan pelanggan tidak berhenti di akuisisi. Onboarding adalah tantangan berikutnya, khususnya bagi lembaga keuangan. Menurut survei Marketforce, lebih dari 85% pelanggan yang memulai onboarding di satu kanal tidak menyelesaikannya saat berpindah kanal lain. Akibatnya, tingkat abandonment aplikasi kartu kredit mencapai 45%.
Solusinya: terus melibatkan pelanggan dengan komunikasi yang berlanjut, sehingga mempercepat adopsi kartu. Dengan data terintegrasi dan machine learning, brand bisa mengoptimalkan perjalanan onboarding secara real time untuk menekan risiko drop-off.
Contoh:
- Setelah pendaftaran Tammy disetujui, ia belum juga mengaktifkan kartunya.
- Bank A mendeteksi hal ini dan memanfaatkan teknologi pemasaran untuk mengirimkan pengingat otomatis.
- Komunikasi tersebut mendorong Tammy segera mengaktifkan kartu demi memperoleh reward.
- Skema otomatis seperti ini, ketika diterapkan pada ribuan bahkan jutaan pelanggan, meningkatkan peluang konversi dalam skala besar.
Meningkatkan Nilai dengan AI-driven Cross-selling dan Upselling
Bisnis travel dan hospitality sering menghadapi tantangan meningkatkan upsell conversion dan membership upgrade. Dengan memanfaatkan predictive insight, mereka bisa memicu kampanye cross/upselling yang disesuaikan berdasarkan pola pencarian, konsumsi konten dan data perilaku pelanggan.
Seiring waktu, kebutuhan finansial dan perjalanan Tammy akan terus berkembang. Tugas Bank A dan Travel Company B adalah memantau perubahan ini, memperbarui profil Tammy dan menyajikan komunikasi cross/upselling yang personal tanpa melanggar privasinya.
Melindungi Top-of-Wallet Customer dan Menjaga Loyalitas
Penting untuk terus menjaga hubungan jangka panjang yang bernilai tinggi.
Dengan semakin kuatnya pemain fintech, brand perbankan menghadapi risiko kehilangan status top-of-wallet. Jika itu terjadi, dampaknya bisa signifikan, memutus aliran transaksi finansial dari perjalanan pelanggan dengan brand tersebut.
Di sinilah pentingnya membangun 360° customer view. Dengan memahami detail demografis dan mengantisipasi kebutuhan yang terus berubah, brand bisa menjaga keterlibatan pelanggan melalui komunikasi, pengalaman dan penawaran yang relevan.
Kesimpulan
Bisnis travel dan institusi perbankan bisa memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata melalui penawaran kartu kolaboratif. Meski hanya satu dari banyak strategi, aliansi ini dapat menjadi pembeda sekaligus jalan menuju pertumbuhan berkelanjutan dengan dukungan teknologi yang tepat dan customer intelligence.
Temukan bagaimana Resulticks membantu menghadirkan data-driven customer engagement yang menyeluruh sepanjang customer lifecycle. Jadwalkan demo hari ini.
Source: (https://www.go.resul.io/blog/benefits-of-travel-credit-cards)
Penulis: Vijeytha G | Penerjemah: Gita Agustina